Tradisi Diacara Erau Adat, Bepelas Malam Pertama Sultan
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Kesultanan
Kutai Kartanegara Ing Martadipura melakukan proses Bepelas pertama, di Kedaton
Kukar Kecamatan Tenggarong, Sabtu (21/9/2024) malam.
Bepelas merupakan rangkaian sebuah tradidi Erau Adat Kutai dan harus dilaksanakan setiap malam selama berlangsung acara
tersebut, dilakukan langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
Aji Muhammad Arifin. Sebelum acara Bepelas dimulai para Dewa Belian melakukan
upacara Merangin, dan sambil membaca mantra mantra Para Belian langsung
memasuki Keraton untuk melakukan rangkaian acara Bepelas.
Selian Kerabat Kesultanan, kegiatan tersebut turut dihadiri
Asisten I Setkab Kukar Ahmad Taufik Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Tauhid Afrilian Noor dan tamu undangan lainnya.
Dimulainya acara Bepelas ditandai
dengan dentuman meriam sebanyak 1 kali. Dan Sultan menginjakan kakinya satu
kali ke Gong Raden Galuh. Sementara Ahmad Taufik Hidayat dan Tauhid Afrilian
Noor mendapat kehormatan memegang tali juwita saat Sultan akan menginjakkan
kakinya.
“Jumlah dentuman meriam selaras
dengan acara Bepelas pada malam hari tersebut. Karena. malam ini adalah malam
pertama. Maka meriam yang diledakkan adalah sebanyak satu kali, begitu
seterusnya," kata Pangeran Noto Negoro Kerabat Kesultanan Kutai
Kartanegara.
"Untuk tahun ini setiap malam
acara Bepelas selain ada ledakan meriam juga dimeriahkan dengan pesta kembang
api, sehingga membuat suasana malam disekitar Keraton atau Musium lebih semarak
dan lebih indah,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, pada prosesi
bepelas sejumlah tarian sakral disuguhkan kepada kerabat Kesultanan Kutai.
Mereka menari sambil mengelilingi tiang Ayu atau Sangkoh Piatu yang telah
berdiri tegak.
Setelah mengelilingi tiang Ayu, sejumlah kerabat kesultanan Kutai tampil membawakan tari-tarian seperti dewa memanah, Beganjur laki dan bini. Akhir acara, tamu undangan kembali di ajak menari dengan diiringi lantunan musik pengiring yang terdiri dari gamelan, gong dan aneka alat musik lainnya yang dimainkan oleh anak anak muda masih dari kerabat Kesultanan.
Pihaknya juga menyampaikan
apresiasi kepada seluruh masyarakat Kukar, yang turut menyukseskan acara Erau
Adat Kutai 2024. Harapannya acara Erau Adat ini bisa berjaln khidmad dan
lancar. (adv/riz)